Perkembangan Rasa Agama dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Agama Islam


PERKEMBANGAN RASA AGAMA DAN IMPLIKASI PENDIDIKAN AGAMA

1. Usia Anak
a. Awal 0 sampai dengan 6 tahun
Kognisi : Indrawi, Intuitif, fantasi
Pemaparan :
Materi Indrawi:
Disini anak belajar banyak dari indra, maka materi yang disampaikan haruslah mendukung aspek kognitifnya yaitu kognisi indrawi misalnya dengan mengenalkan pada anak, nama-nama benda yang dilihatnya, yang didengarnya, dan yang disentuhnya dengan alat indranya bisa juga menunjukan materi itu dengan gambar-gambar atau mainan yang mendunkung kognisi indrawi si anak sehingga materi dapat diterima dengan baik.

Materi Intuitif :
Disini anak harus berkembang perasaanya atau intutifnya cara yang tepat adalah dengan memberi materi berupa lagu-lagu misalnya :
Pelangi-pelangi alangkah indahmu
Merah, kuning, hijau dilangit yang biru
PelukisMu agung siapa gerangan
Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan
Dengan dikenalkan meteri berupa lagu-lagu diharapkan intuitif anak dapat berkembang dengan baik.

Materi Fantasi :
Untuk kognisi fantasi materi yuang diberikan berupa materi yang membuat fantasi si anak berkembang seperti kisah-kisah atau dongeng yang dengan sendirinya membuat si anak berkembang fantasinya misalnya kisah nabi musa yang mebelah lautan dengan tongkatnya akan membuat si anak berfantasi dan melatih kognisi fantasinya.

b. Awal 6 sampai dengan 12 tahun
Kognisi : Ingin tahu, konkrit, dogmatis, realistik, harfiah
Pemapara :
Materi ingin tahu :
Untuk kecerdasan kognisi yang berifat ingin tahu rasa keingintahuanya haruslah dikembangkan kerena akan berpengaruh nantinya pada daya imajinatif anak dalam berfikir contoh pengembanganya yaitu memberikan meteri yang membuat rasa ingin tahu si anak terlatih dan terus berkembang.
Materi kokrit :
Untuk kecerdasan kognisi yang bersifat konkrit si anak haruslah diajarkan materi-materi yang bersofat konkrit bukan abstrak yang dimiliki remaja, misalnya mengajarkan sholat dengan cara membawa anak untuk langsung praktek sholat sehingga hal-hal konkritlah yang diajarkan pada anak usia ini.
Materi Dogmatis :
Untuk kecerdasan yang bersifat dogmatis anak biasanya menuruti dogma-dogma yang diberikan oleh orang yang lebih dewasa maka sudah sewajarnya kita memberikan materi berupa arahan atau dogma-dogma yang baik pada si anak misalnya bahwa sholat itu wajib jika tinggal sholat itu berdosa dan jika berdosa masuk neraka. Begitulah contoh pengembangan kecerdasan dogmatis.
Materi realistik :
Untuk ini anak diberikan hal-hal yang realistik misalnya hadiah dan hukuman karena anak masih sangat susah untuk menjangkau hal-hal yang tidak realistik.
Materi Harfiah :
Untuk materi ini si anak perlu langsung diajarkan hal-hal yang bersifat harfiah yang terangkum dalam buku langsung dijelaskan pada anak, contoh metodenya adalah dengan memberikan buku bacaan pada anak.

2. Usia Remaja
Kognisi: Abstrak, rasional, maknawi, tidak dogmatis.
Pemaparan:

Materi abstrak:

Untuk kecerdasan yang remaja bersifat abstrak ini berbeda dengan kecerdasan anak yang bersifat konkrit pada anak, remaja harus di ajarkan hal-hal yang bersifat abstrak yang sesuai dengan kognisinya, misal bila pada waktu kecil solat sebagai kewajiban di rubah menjadi abstrak bahwa sholat itu adalah suatu kebutuhan.

Materi rasional:

Untuk materi rasional ini remaja di ajarkan hal-hal yang bersifat rasional, misalnya bahwa sholat bisa menentramkan hati bukan hanya sholat sebagai kewajiban maupun kebutuhan.

Mareri maknawi:

Jika pada usia anak adalah harfiah maka pada remaja adalah lebih dalam lagi yaitu mengungkap makna misalnya makna dari suatu baacaan, misal makna sholat, metode yang tepat adalah memberikan arahan untuk mengkaji makna dari buku bukan sekedar membaca.

Tidak dogmatis

Remaja sudah tidak dogmatis karena telah mulai memikirkan ulang apa yang di dapatnya,, metodeyang tepat adalah memberikan arahan tapi si remaja di harapkan klebih kritis terhadap arahan itu,karena remajasudah tidak dogmatis laqgi kognuisinya.

About pamungkasbirawa

Seorang hamba Alloh yang menginginkan makna dalam kehidupan yang sebentar ini dengan bisa bermanfaat untuk kemashlahatan orang banyak
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s